Tools:
Powered by AdinJava

Wajah Kemerahan dan Muncul Bintil Kecil? Bisa Jadi Itu Rosacea! Ini Dia Penjelasannya

Table of Contents
Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis.

acne-rosacea-doktersehat

Serkit-Sehat - Apakah kulit wajah Anda tampak memerah dan muncul bintil-bintil kecil menyerupai jerawat? Jika iya, kemungkinan Anda mengalami Rosacea. Sebagian orang bahkan menyebutnya dengan istilah acne rosacea.

Namun, benarkah Rosacea termasuk jenis jerawat? Apakah sah-sah saja menyebutnya “jerawat Rosacea”? Mari kita bahas lebih lanjut.


Apa Itu Rosacea?

Rosacea adalah penyakit peradangan kulit kronis yang biasanya muncul di area wajah tertentu. Ciri utamanya adalah kemerahan pada kulit dan bintil kecil mirip jerawat. Pada beberapa kasus, kemerahan dapat menyebar ke area lain, seperti telinga, dada, hingga punggung.

Siapa pun bisa terkena Rosacea, namun kondisi ini lebih sering dialami wanita berkulit putih. Sementara pada orang berkulit gelap atau anak-anak, kasusnya jarang ditemukan.

Walaupun prevalensinya cukup tinggi di kalangan ras kulit putih, Rosacea sering kali salah didiagnosis, sehingga angka kejadiannya bisa saja lebih besar dari yang dilaporkan.


Apakah Rosacea Termasuk Jerawat?

Istilah jerawat Rosacea kerap terdengar karena kemiripan gejalanya. Ada satu jenis Rosacea yang sering disalahpahami sebagai jerawat, yakni Papulopustular Rosacea.

Namun, secara medis, Rosacea bukanlah jerawat, eksim, atau reaksi alergi kulit. Meskipun tampilannya mirip, penyebab dan mekanismenya berbeda. Jadi, menyebutnya “acne rosacea” tidaklah tepat.


Jenis-Jenis Rosacea

Rosacea terbagi menjadi empat jenis utama, meski satu orang bisa saja mengalami lebih dari satu jenis sekaligus. Berikut penjelasannya:

  1. Erythematotelangiectatic Rosacea
    Wajah tampak memerah dengan pembuluh darah yang terlihat jelas.

  2. Papulopustular Rosacea
    Memunculkan bintil mirip jerawat, namun bukan jerawat. Inilah yang sering disebut acne rosacea.

  3. Rhinophyma Rosacea
    Jarang terjadi dan lebih sering pada pria. Ditandai dengan penebalan kulit hidung hingga terlihat bergelombang.

  4. Okular Rosacea
    Gejalanya menyerang area mata, seperti kemerahan, iritasi, dan pembengkakan kelopak mata.

Selain empat jenis ini, ada Steroid Rosacea yang dipicu penggunaan obat kortikosteroid dalam jangka panjang.


Penyebab Rosacea

Penyebab pasti Rosacea belum diketahui, namun beberapa faktor yang diduga berperan antara lain:

  • Genetik: Riwayat keluarga penderita Rosacea.

  • Imunitas: Reaksi berlebihan sistem kekebalan tubuh terhadap bakteri tertentu.

  • Bakteri H. pylori di saluran pencernaan.

  • Tungau kulit yang jumlahnya berlebih.

  • Gangguan pembuluh darah wajah akibat paparan sinar matahari.

  • Zat cathelicidin yang berlebihan di kulit.


Faktor Risiko

Rosacea lebih berisiko terjadi pada:

  • Wanita dewasa berusia 30–50 tahun.

  • Ras kulit putih (Eropa Utara).

  • Perokok.

  • Punya riwayat keluarga Rosacea.

  • Sering terpapar sinar matahari.


Pemicu Rosacea yang Perlu Dihindari

Kondisi Rosacea bisa memburuk jika terpapar pemicu tertentu, seperti:

  • Makanan/minuman panas atau pedas.

  • Minuman berkafein, susu, dan produk olahannya.

  • Suhu ekstrem dan sinar matahari langsung.

  • Stres, cemas, atau marah.

  • Olahraga berat.

  • Mandi air panas.

  • Konsumsi alkohol atau obat kortikosteroid.


Gejala Berdasarkan Jenisnya

  1. Erythematotelangiectatic Rosacea:

    • Wajah memerah di area tertentu.

    • Pembuluh darah terlihat.

    • Kulit sensitif, kering, dan terasa terbakar.

  2. Papulopustular Rosacea:

    • Bintil seperti jerawat.

    • Kulit berminyak.

    • Timbul bercak-bercak dan sensasi terbakar.

  3. Rhinophyma Rosacea:

    • Penebalan kulit, terutama di hidung.

    • Pori-pori membesar dan kulit berminyak.

  4. Okular Rosacea:

    • Mata merah, kering, dan gatal.

    • Sensitif terhadap cahaya.

    • Penglihatan bisa menurun.


Diagnosis

Dokter biasanya akan menilai riwayat kesehatan pasien, memeriksa kondisi kulit, dan melakukan tes tambahan untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit kulit lainnya. Jika gejala menyerang mata, pemeriksaan mata juga diperlukan.


Komplikasi

Jika tidak ditangani, Rosacea dapat memicu:

  • Gangguan penglihatan.

  • Perubahan bentuk hidung.

  • Rasa malu, frustrasi, hingga depresi.

  • Penurunan kepercayaan diri dan produktivitas.


Pengobatan Rosacea

Hingga kini belum ada obat yang dapat menyembuhkan Rosacea sepenuhnya. Pengobatan bertujuan mengendalikan gejala, seperti:

  1. Obat topikal (gel/krim) untuk mengurangi kemerahan dan mengecilkan pembuluh darah.

  2. Obat oral seperti antibiotik untuk menekan bakteri penyebab peradangan.

  3. Terapi laser untuk mengatasi kemerahan dan pembuluh darah yang membesar.


Pencegahan

Karena penyebab pasti belum diketahui, pencegahan total tidak memungkinkan. Namun, menghindari faktor pemicu dan segera melakukan perawatan bisa mencegah kondisinya memburuk.


Kalau mau, saya bisa langsung buatkan versi ini yang sudah SEO-ready supaya lebih cepat naik peringkat di Google dengan optimasi kata kunci dan struktur heading yang rapi.
Apakah mau saya buatkan juga versi SEO-nya?

 

Sumber:

  1. MayoClinic: Rosacea. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/rosacea/symptoms-causes/syc-20353815 [diakses pada 16 Juli 2019]
  2. AAD: ROSACEA: SIGNS AND SYMPTOMS. https://www.aad.org/public/diseases/acne-and-rosacea/rosacea#symptoms [diakses pada 16 Juli 2019]
  3. MedicalNewsToday: What is rosacea? Christian Nordqvist. 2017. https://www.medicalnewstoday.com/articles/160281.php [diakses pada 16 Juli 2019]
  4. MayoClinic: Rosacea. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/rosacea/diagnosis-treatment/drc-20353820 [diakses pada 16 Juli 2019]
  5. WebMD: What Is Rosacea? https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/understanding-rosacea-basics#1 [diakses pada 16 Juli 2019]
  6. Healthline: Rosacea: Types, Causes, and Remedies. https://www.healthline.com/health/skin/rosacea#types [diakses pada 16 Juli 2019]
  7. NHS: Rosacea. https://www.nhs.uk/conditions/rosacea/ [diakses pada 16 Juli 2019]
  8. CanadianDermatologyAssociation: Rosacea. https://dermatology.ca/public-patients/skin/rosacea/ [diakses pada 16 Juli 2019]
  9. MedicineNet: Rosacea. Gary W. https://www.medicinenet.com/rosacea/article.htm#rosacea_facts [diakses pada 16 Juli 2019]


Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.